DINAS Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangkalan menggelar kegiatan sosialisasi program Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Merdeka dan dihadiri berbagai unsur masyarakat.
Peserta yang hadir meliputi perwakilan guru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA se-Kabupaten Bangkalan, pemerhati budaya, tim PPKD, serta para budayawan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman publik terhadap program DAK Non Fisik BOP, khususnya dalam pengelolaan museum dan taman budaya.
Dalam kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut, peserta mendapatkan pemaparan terkait arah kebijakan, tujuan program, hingga rencana kegiatan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun.
Diskusi yang terbuka juga memberi ruang bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan dan masukan terkait implementasi program di lapangan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bangkalan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disbudpar Bangkalan, Eko Setiawan, S.Si, M.T, dalam sambutannya menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu meningkatkan peran museum dan taman budaya sebagai pusat edukasi, pelestarian, dan pengembangan kebudayaan daerah.
“Melalui program ini, museum dan taman budaya tidak hanya menjadi tempat penyimpanan, tetapi juga ruang pembelajaran yang hidup dan relevan bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan pelaku budaya agar program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Antusiasme peserta terlihat jelas, terutama saat sesi tanya jawab. Perwakilan guru menyambut baik kegiatan ini karena dinilai dapat mendukung pembelajaran berbasis budaya di sekolah.
Sementara itu, para budayawan berharap program tersebut mampu mengangkat kembali nilai-nilai kearifan lokal Bangkalan.
Melalui sosialisasi ini, Disbudpar Kabupaten Bangkalan menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan sektor kebudayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sinergi antar berbagai pihak diharapkan mampu memperkuat identitas budaya daerah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian warisan budaya.